Jora Indonesia Blog

Bersyukur dan Berbahagia

Hidup itu kalo bersyukur enak banget rasanya.

Sumpah. Cobain deh.

Kok bahagianya kerasa banget; bawaannya mau senyum terus, kepala rasanya ringan dan jernih, dan bibir tuh ga henti-henti ngucap hamdalah.

Ternyata ya bahagia itu kuncinya cukup bersyukur aja.

Bersyukur karena sudah dikasih kehidupan, dikasih keluarga dan teman, dikasih akal pikiran, dikasih kesempatan.

Bersyukur karena sudah dipercaya Tuhan untuk punya apa yang kita punya sekarang. Bersyukur, bersyukur, bersyukur, ternyata bahagianya bisa dalam sampai kerasa di tulang sumsum.

Call me naive, tapi kalo sulit bahagia, kemungkinan besar karena belum mempraktikan bersyukur. Belum melihat bahwa hidup ini sudah hebat sekali Tuhan kasih dengan segala fitur-fiturnya.

Masih terjebak dengan perbandingan-perbandingan sama kehidupan orang lain.

Kata orang tua, jangan pernah kejar dunia, karena dunia itu ga akan ada habisnya. Punya pasangan cantik, masih banyak yang lebih cantik. Punya mobil mewah, masih banyak yang lebih bagus dan mahal.

Punya jabatan ini itu, masih banyak yang lebih tinggi lagi di atasnya. Akhirnya mengejar sesuatu yang tidak ada habisnya.

Tapi kalo kita bersyukur, wah bahagia itu datang sendiri.

Sadari deh apa yang sudah kita punya sekarang; lalu pahami bahwa semua yang kita punya itu bukan datang tiba-tiba. Itu semua pemberian. Semua dari Tuhan, tapi jalurnya saja yang berbeda-beda.

Ada yang melalui orang tua, keluarga, teman, bahkan orang asing yang belum pernah kita temui sebelumnya.

Jika sudah sadar bahwa semua hanya pemberian, kita akan sampai di titik kesadaran bahwa kita sebenarnya tidak pernah punya apa-apa.

Jadi apalagi alasan untuk tidak bersyukur dan berbahagia?

Sumber: https://iqbalhariadi.com