Jora Indonesia Blog

Gaya Berpakaian Ketika Interview Kerja

Saat pertama kalinya menjalani interview pekerjaan, banyak orang yang terkadang melupakan penampilan, disebabkan fokus dengan materi wawancara.

Malam-malam sebelum wawancara lebih banyak dihabiskan untuk mempelajari pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan.

Menghafal jawaban dari banyak sumber, belajar tentang informasi perusahaan dan sebagainya.

Akibatnya banyak orang yang akhirnya lupa dengan penampilan dan gaya berpakaian ketika interview kerja.

Gaya berpakaian bukan hanya masalah tampilan rasa percaya diri, namun perlu juga kamu memperhatikan suasana dan kondisi.

Nyaman bagi kamu belum tentu nyaman dalam pandangan orang lain. Terlebih saat interview, segala sesuatu tentang diri kita akan dinilai sedemikian rupa.

Namun penampilan juga harus smart dan tak perlu berlebihan. Sesuaikan dengan kondisi tubuh dan perusahaan yang sedang kita tuju.

Mengapa gaya berpakaian itu penting diperhatikan saat wawancara? Berikut alasannya:

1. Penilaian orang pertama kali seringkali memandang pada penampilan.

Jangan sampai kamu dinilai buruk oleh calon bos hanya karena penampilan gaya berpakaian yang tak sesuai keadaan.

2. Gaya berpakaian mencerminkan kondisi psikologi seseorang.

Bayangkan jika calon bos kamu mengetahui banyak hal tentang hubungan psikologi dengan gaya berpakaian.

Tak ada salahnya kamu belajar dulu tentang ini untuk memastikan gaya yang terbaik.

3. Gaya dan cara berpakaian akan mempengaruhi rasa percaya diri saat berbicara, berjalan dan sebagainya di tempat wawancara.

Pakaian terbaik tentu akan membantu rasa percya diri kamu tampak lebih baik.

Tips Berpakaian Saat Interview

Lalu bagaimana sebaiknya memilih gaya berpakaian yang baik saat akan menjalani interview kerja? Berikut ini beberapa hal yang penting untuk diperhatikan:

1. Ukuran yang pas

Ukuran yang sesuai dengan postur tubuh kamu menjadi hal yang penting diperhatikan. Jangan terlalu sempit dan jangan pula terlihat kebesaran.

Tampilan ukuran yang pas juga akan membantu kamu tampil lebih pede saat berjalan, duduk, berbicara dan sebagainya.

2. Pilih warna-warna berkarakter

Warna-warna pastel menjadi pilihan banyak orang saat tampil untuk interview di tempat kerja.

Tidak terlalu norak dan tidak terlalu gelap. Warna ini juga mencerminkan kepribadian seseorang.

Hati-hati memilih warna dan pastikan yang paling sesuai dengan karakter kamu tanpa menimbulkan image negative pada pikiran orang lain.

Gaya berpakaian dari faktor ini akan diperhatikan orang yang mewawancarai kamu.

3. Sopan

Pakaian yang dipakai harus sopan dan jangan mengumbar aurat. Nilai kamu bisa dilihat dari cara berpakaian. Bagi perusahaan tertentu seperti di bidang hiburan, pariwisata dan sebagainya mungkin justru menginginkan karyawan yang tampil dengan pakaian menarik yang menampilkan kecantikan.

Tapi kamu harus mengambil pilihan terbaik, sebab tak semua orang suka dengan suatu hal yang terkesan tidak sopan. Ikuti saja standar terbaik, pilih pakaian yang sopan dan tidak mengumbar aurat bagi wanita.

4. Formal

Gunakan jenis pakaian formal untuk penampilan wawancara. Misalnya kemeja untuk laki-laki, dan pakaian potongan atasan dan rok bagi wanita. Ada juga jenis gamis kantoran formal yang bisa dipakai.

Atau memakai blazer dan jas, sesuai dengan jenis perusahaan yang kamu tuju. Hindari menggunakan celana jeans bagi pria, pilih jenis celana bahan katun terbaik yang nyaman dipakai dan tidak cepat mengeluarkan keringat.

5. Bahan yang nyaman

Gunakan bahan pakaian yang nyaman dan tidak norak. Bahan yang menyerap keringat, tidak cepat lusuh dan tidak terkesan lusuh.

Pilih tekstur yang lembut dan tidak memberikan kesan berlebihan. Bagi wanita yang menggunakan hijab misalnya, hindari menggunakan hijab berbahan satin yang licin, atau bahan-bahan ceruti yang licin dan cepat berubah bentuk.

6. Pakaian dalam kondisi bersih

Gaya berpakaian saat interview juga harus memperhatikan kebersihan. Bila perlu belilah pakaian khusus untuk interview. Jaga aroma pakaian agar tidak rusak karena bau keringat.

Pakai deodorant sangat penting agar aroma pakaian tak rusak karena bau badan. Meskipun pakaian baru, tapi jika tercium aroma tak sedap tentu saja akan langsung menimbulkan image tak baik dalam pikiran banyak orang. Pastikan kondisi pakaian bersih dan wangi.

7. Pakaian rapi

Pilihlah jenis bahan yang lebih mudah rapi dan sulit kusut. Kamu tak tau akan berapa lama menunggu antrian wawancara. Jadi bila bahan pakaian kamu mudah kusut, bisa dibayangkan bagaimana kondisi kamu jika berada dalam antrian terakhir jadwal wawancara.

8. Berhijab mengapa tidak?

Banyak orang yang takut melamar kerja tidak diterima hanya karena memakai hijab. Padahal saat ini sudah banyak orang yang berpikir professional.

Hijab merupakan konsekuensi pemahaman agama. Jika seseorang berhijab maka ia sedang menjalankan ajaran agamanya. Ajaran agama mengatur manusia untuk berbuat baik.

Jadi seseorang yang ingin menjalankan ajaran agama tentulah memiliki kecenderungan sikap baik dalam dirinya. Bila akhirnya kamu ditolak, itu bukan karena hijab kamu, tapi karena memang rezeki kamu tak di situ. Tuhan tau yang terbaik untuk kamu.

Pilih tampilan hijab yang sesuai dengan bentuk wajah kamu. Pilih warna-warna yang tidak norak dan pastikan tampilan wajah terlihat lebih segar dengan hijab yang dipakai.

Cobalah sedikit merubah model jilbab yang lebih fashionable namun tak melanggar aturan syar’i.

Perhatikan gaya berpakaian kamu saat ini. Bila kamu terbiasa mengabaikan penampilan, mulailah belajar tampil smart dalam berpakaian.

Ini bukan soal percaya diri kamu saja, tapi kenyamanan dan budaya yang ada di lingkungan. Jika kamu ingin bekerja pada orang, maka ikutilah aturan yang ada di tempat tersebut.

Bila ingin bebas, jadilah pengusaha atas bisnis kamu sendiri karena gaya pakaian kamu tak perlu ikut aturan.

Sumber: urbanhire.com