Jora Indonesia Blog

Panduan Kerja Bagi Introvert

Tidaklah mudah menjadi seorang introvert di dunia yang menyamakan kesuksesan dengan kemampuan untuk bergaul.

Lalu bagaimana agar introvert sukses dalam bekerja?

Kamu mungkin adalah sosok berprestasi dan ambisius. Tapi kamu juga seseorang yang sangat tertutup.

Kamu ingin membangun karir. Tetapi hari yang ideal bagimu adalah dengan berinteraksi dengan sesedikit mungkin orang dan lebih memilih banyak waktu untuk bekerja sendiri.

Hal tersebut akan sulit tercapai jika kamu ingin karirmu terus menanjak.

Kita hidup dalam budaya yang menyamakan kepemimpinan dan ambisi dengan kemampuan untuk bergaul.

Hal itu membuat sulit para introvert, yang mungkin unggul di tempat kerja, tetapi harus berjuang dengan politik kantor, berjam-jam “aktif”, dan stimulasi berlebihan karena kebisingan dan orang-orang di sekeliling kita.

Jawabannya adalah untuk tidak menyerah - untuk mengubah cara kita bekerja.

Orang introvert datang dalam berbagai bentuk dan ukuran: Ada yang pemalu. Ada pula yang takut dengan situasi di mana mereka harus berinteraksi dengan orang-orang yang tidak mereka kenal atau berbicara dengan orang banyak.

Ditambah stimulasi lingkungan kantor yang sibuk dan hari kerja yang padat, semua itu menguras energi introvert.

Introvert sangat memerlukan waktu untuk tenang. Mereka perlu memiliki kendali atas ruang dan tempat kerja.

Jika kamu tidak yakin bahwa kamu adalah seorang introvert, tanyakan pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut:

Apakah kamu merasa senang bekerja sendiri?

Jika diberi kesempatan, apakah kamu akan menghabiskan sebagian dari hari kerjamu dalam keheningan dibandingkan dikelilingi oleh rekan kerja di kantor?

Jika jawabannya ya, maka kamu mungkin seorang introvert. Itu bukan hal yang buruk - tetapi itu berarti kamu harus menciptakan kesuksesan dengan caramu sendiri.

Memiliki batas sangat penting untuk menjaga hubungan yang sehat dengan pekerjaanmu.

Sebagai seorang introvert, kamu mungkin merasa lelah dengan terlalu banyak rapat tanpa istirahat, kurangnya privasi, suara keras, atau tuntutan pekerjaan yang mengganggu waktu pribadimu di malam hari dan di akhir pekan.

Untuk menemukan batasanmu- dan menetapkan batas - coba jawab pertanyaan berikut:

Kapan dalam sehari kamu merasa paling produktif?

Apakah kamu bekerja di akhir pekan? Apakah kamu merasa kesal bahwa akhirnya kamu mendapatkan kesempatan untuk mengejar ketinggalan dengan tenang?

Apa yang mengalihkan perhatianmu, dan di ruang mana kamu tidak merasa terganggu?

Jika kamu berada di kedai kopi yang bising atau lingkungan yang terang benderang, bagaimana perasaanmu?

Apakah kamu menyelesaikan lebih banyak pekerjaan di sekitar orang atau sendirian?

Kapan rekan kerja menginspirasimu dan kapan kamu hanya perlu sendirian?

Jika kamu dapat merancang minggu ideal, seperti apa jadwalnya?

Hal-hal lain apa tentang lingkungan kerjamu yang membuatmu kewalahan?

Sekarang setelah kamu mengetahui batasanmu, kamu dapat mulai membuat batasan.

Tidak ada hukum yang mengatakan bahwa kamu harus bekerja delapan jam penuh setiap hari.

Mungkin kamu dapat memikirkan cara mengatur jadwal dan bagaimana kamu dapat membuatnya bekerja untukmu.

Bisakah kamu membatasi interaksi dengan mengadaptasi meja dan duduk di tempat yang berbeda sehingga kamu merasa memiliki lebih banyak privasi?

Cara lain adalah dengan menggunakan headphone peredam bising untuk bisa fokus.

Bagi introvert, rapat dapat menjadi tantangan tersendiri.

Kamu mungkin berjuang untuk mendapatkan poinmu didengar atau merasa lelah untuk duduk dalam sesi curah pendapat yang didominasi oleh beberapa orang yang berpendirian keras.

Kabar baiknya adalah ada trik yang dapat membuat rapat bekerja untukmu.

Cobalah untuk datang lebih awal, duduk di kursi depan, dan tawarkan pendapat dengan singkat, tajam dan otoritatif.

Jika kamu merasa tidak siap untuk berbicara dan memberikan pendapat, katakan, “Saya perlu memikirkannya.”

Kemudian tulis pendapat yang cemerlang untuk dikirimi ke email nanti.

Berbicara di awal rapat, bahkan dengan menawarkan pernyataan yang dangkal, membuat kehadiranmu lebih berasa di dalam ruangan.

Ini juga dapat menghilangkan tekanan sehingga kamu dapat mendengarkan diskusi tanpa khawatir mencoba mengatakan sesuatu yang cerdas.

Juga penting untuk menguasai “agenda sebelum rapat.” Bersiaplah dengan melakukan riset agar kamu siap menyampaikan pendapat.

Tidaklah mudah menjadi seorang introvert. Tetapi kamu bisa terus mencoba agar menjadi sukses.

Semoga membantu, ya.

Sumber: nytimes.com

Berlangganan Newsletter

Daftarkan Email Anda dan dapatkan artikel menarik seputar karir dan dunia kerja