Jora Indonesia Blog

Apakah "Micromanagement" Merupakan Hal yang Baik

Problematika di dalam sistem pekerjaan sebuah ruang lingkup perkantoran memang sering terjadi kapan saja dan bisa dilakukan oleh siapa saja.

Seperti kita tahu bahwa ketika sebuah sistem tidak berjalan dengan semestinya, maka potensi memberikan dampak buruk akan lebih besar.

Begitu juga dengan sistem karyawan dimana sistem micromanagement sering terjadi dan dampaknya tidak akan efektif bila kita mengetahui seperti apa cara-cara penanggulangannya.

Micromanagement sendiri menjadi salah satu gaya kepemimpinan dengan berbagai macam pengarahan serta pengawasan yang terlalu berlebihan dari pihak atasan.

Maka dari itu ada beberapa tipe yang sering terjadi, salah satunya micromanaging boss yakni tipe atasan yang masih cenderung mengontrol serta ikut campur atas semua rincian pekerjaan di semua kalangan.

Jadi bisa dikategorikan sebagai salah satu permasalahan pelik bagi semua staf termasuk karyawan dalam proses pengembangan diri menjadi pribadi dengan sistem kerja profesional di tempat kerja.

Mungkin selama ini ada banyak fenomena seputar micromanaging ini, namun belum banyak yang tahu seperti apa dampaknya kemudian bagaimana cara mengatasinya.

Maka dari itu akan kita ulas lebih mendalam mengenai seperti apa gaya kepemimpinan yang bersifat micromanaging tersebut kemudian seperti apa dampak kepada karyawan hingga ke sebuah perusahaan.

Mengenali Apa Itu Micromanagement

Gaya kepemimpinan micromanagement memang masih saja terjadi, bahkan gaya kepemimpinan satu ini masih ditandai dengan pengawasan serta pengarahan secara berlebihan dari seorang atasan.

Bahkan sudah banyak bukti seputar survei di Amerika Serikat terhadap para pekerja yang menghasilkan bahwa micromanaging ini banyak memberikan dampak negatif dibandingkan dampak baiknya.

Bahkan hasil penelitian tersebut memperlihatkan bahwa dampak buruknya bisa langsung ke semua pekerja dengan bukti penurunan produktivitas kerja karyawan sebanyak 55%.

Biasanya seorang atasan yang memiliki gaya kepemimpinan micromanaging ini sering kali mengawasi setiap proyek kemudian akan mengkoreksi semua hal kecil sampai masalah besar.

Bahkan pihak atasan akan sering mengambil alih pekerjaan jika terjadi sebuah kesalahan tanpa memperhitungkan potensi lain di pihak bawahannya.

Jadi sudah bisa kita gambarkan bahwa sistem kepemimpian dari micromanaging ini masih memberikan banyak dampak buruk kepada karyawan seperti pada deskripsi berikut ini.

Pertama ada dampak buruk ketika seorang atasan menggunakan gaya kepemimpinan micromanagement ini dimana akan cepat menurunkan potensi kerja semua karyawan.

Nantinya seorang micromanager akan sering menutup diri dari berbagai macam masukan orang lain, apalagi dari seorang bawahan.

Bahkan dirinya masih sangat jarang mengikut sertakan karyawannya dalam pengambilan keputusan sehingga dampaknya bisa langsung terasa ke karyawan.

Semua pengambilan keputusan akan terasa berat sebelah bahkan bagi karyawan sendiri akan sangat sulit memperlihatkan semua potensi untuk dapat berkembang.

Tidak hanya itu karena pihak pekerja juga akan sulit melakukan inisiatif hingga inovasi baru karena adanya tekanan dari pihak atasan.

Jika seorang karyawan sudah mengalami situasi seperti itu, maka mempertimbangkan untuk mencari perusahaan lainnya memang jadi jalan keluarnya.

Sehingga tak perlu terlalu lama bekerja di dalam ruang lingkup kerja yang masih saja menghambat perkembangan potensi karyawannya.

Perusahaan Akan Sulit Sukses

Pada dampak buruk kedua dalam micromanagement ini adalah bisa menghambat kesuksesan dari pihak perusahaan sendiri.

Nantinya gaya kepemimpinan dari atasan yang cenderung micromanaging ini akan memperlihatkan sifat perfeksionis bahkan hanya percaya terhadap dirinya sendiri.

Padahal secara nyata sempurna memang belum tentu menjadi yang terbaik bagi perusahaan.

Bahkan beberapa perusahaan besar bisa mengalami kemajuan bila karyawan memiliki inovasi menarik hingga ide-ide brilian tanpa ada tekanan langsung dari pihak atasan.

Menambah Rasa Stress Karyawan Saat Bekerja

Masih ada dampak lain dari sistem kepemimpinan micromanagement ini yakni dari pihak karyawan akan merasakan stress luar biasa karena justru memberikan tekanan kemudian tidak ada kebebasan dalam menyampaikan ide.

Maka dari itu semua pengendalian pekerjaan ada di dalam seorang atasan, hingga nantinya karyawan akan merasa stress hingga terbebani hingga mengakibatkan penurunan produktivitas.

Pada dasarnya dari seorang pemimpin memang memiliki perbandingan antara karyawannya.

Dari sisi kontrol kerja pada sistem micromanaging ini akan cenderung berlebihan kemudian pengawasannya sendiri akan tidak berhenti dalam beberapa waktu sehingga tingkatan stress karyawan akan semakin tinggi hingga tidak dapat bekerja secara optimal.

Dari semua dampak micromanagement tersebut ternyata masih bisa diatasi dengan beberapa cara.

Namun sebuah perusahaan besar biasanya sudah memberikan pelatihan kepada setiap atasan ataupun karyawan untuk bisa menghindari dampak buruk dari micromanaging hingga tak ada kejadiannya.

Jadi seperti apa cara mengatasi atasan yang sering menggunakan metode micromanaging ini?

Berdiskusi Dengan Tim atau Karyawan Lain

Cara pertama untuk bisa mengatasi gaya pimpinan yang masih cenderung menganut sistem micromanaging adalah melakukan konsultasi dengan berbagai tim kerja kemudian mintalah pendapat positif dari mereka.

Nantinya pihak tim akan memberikan solusi terbaik kemudian seperti apa langkah-langkah tepat untuk mengatasi ataupun menghadapi situasi atasan yang selalu mengekang pekerjaan setiap karyawannya.

Meminta Delegasi Tugas

Cara kedua ketika Anda menemukan ataupun memiliki micromanaging boss, maka bisa diselesaikan dengan melakukan tugas sebanyak mungkin mengenai informasi apa saja yang diperlukan dalam sebuah pekerjaan.

Tidak hanya itu saja karena micromanagement masih bisa dihindari dengan mengikuti proyek lainnya yang bisa memberikan manfaat terhadap pengembangan diri Anda sendiri.

Dari situlah rasa percaya diri Anda kemudian kemampuan untuk memperbaiki diri akan terwujud lebih mudah.

Keluar Dari Perusahaan

Jika Anda sudah tidak tahan terhadap gaya micromanagement dari pihak atasan, maka salah satu solusi paling cepat adalah keluar dari perusahaan tersebut.

Biasanya micromanaging ini memang cukup sulit dilakukan sehingga siapa saja yang sekarang ini mengalami tekanan batin yang tidak pernah usai.

Jadi sebuah perusahaan tidak akan memberi rasa nyaman kepada karyawan ketika atasan masih menggunakan sistem micromanaging ke semua karyawannya.

Jadi itulah solusi menarik yang terkadang membuat kita berpikir kembali untuk bisa bekerja lebih nyaman tanpa ada tekanan berlebihan dari pihak atasan.

Sebuah perusahaan memang butuh berbagai macam solusi terbaik agar kinerja karyawan benar-benar lebih meningkat.

Akan tetapi secara detailnya seorang karyawan akan senang dengan atasan yang tidak terlalu mengekang.

Maka dari itu sistem micromanagement sendiri sebenarnya masih kurang baik diterapkan oleh seorang atasan kepada karyawannya.

Sehingga dari potensi buruknya akan tetap terlihat dibandingkan potensi baiknya.

Bisa jadi dalam sebuah perusahaan terdapat lebih dari satu atasan menganut sistem micromanaging ini, maka dari itu Anda harus berhati-hati kemudian sebisa mungkin cari jalan keluar agar prestasi hingga hasil kerja Anda lebih baik.

Kenyamanan bekerja tetap jadi nomor satu hingga akhirnya sistem micromanagement atasan bisa Anda hindari.

Sumber: urbanhire.com